AMBON, Gardatimur.com – Kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah kawasan Kota Ambon, Maluku. Kondisi tersebut turut menyebabkan debit air yang menjadi salah satu sumber pasokan DSA mengalami penurunan cukup drastis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon, Robert Sapulette, mengatakan kondisi cuaca saat ini berpengaruh langsung terhadap ketersediaan sumber air bagi masyarakat.
“Kita menyadari kondisi sekarang El Nino sehingga hujan tidak kunjung turun. Itu mempengaruhi ketersediaan air,” kata Robert, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, penurunan debit air tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan distribusi air bersih secara gratis kepada masyarakat di kawasan terdampak.
Sedikitnya 12 kawasan menjadi sasaran distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Beberapa wilayah yang mendapatkan suplai air bersih di antaranya Batu Merah dan sekitarnya, Kanawa, Kanawa Indah, Gunung Malintang, Batu Merah Tanjung, Kebun Cengkeh, Wara, dan Air Kuning.
Robert memastikan Pemkot Ambon akan tetap siaga dalam menghadapi kondisi kekeringan. Penanganan dan distribusi air bersih akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Kita lihat nanti sejauh mana kondisinya. Tetap yang jelas bahwa pemerintah siap untuk memberikan kepada masyarakat berupa air bersih sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Pemkot Ambon berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga ketersediaan sumber air kembali meningkat. Sementara itu, langkah suplai air bersih akan terus dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.













