Pemkot

Wali Kota Ambon Dorong Perintah Pulang Negeri Ema 2027 Jadi Momentum Pembangunan dan Pelestarian Adat

5
×

Wali Kota Ambon Dorong Perintah Pulang Negeri Ema 2027 Jadi Momentum Pembangunan dan Pelestarian Adat

Sebarkan artikel ini

AMBON, Gardatimur.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, mendorong pelaksanaan Sion Hauresi Perintah Pulang Jilid II Negeri Ema Tahun 2027 tidak sekadar menjadi ajang reuni keluarga, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, melestarikan nilai-nilai adat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan negeri.

Hal tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri peluncuran logo Sion Hauresi Perintah Pulang Jilid II Tahun 2027 yang berlangsung di Pattimura Park, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, tradisi pulang ke negeri asal merupakan bagian penting dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat yang tinggal di kampung halaman dan mereka yang merantau ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri.

Ia menegaskan, berbagai kegiatan adat dan pertemuan keluarga di Kota Ambon perlu terus dipelihara sebagai bagian dari identitas masyarakat Maluku yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong.

Pemerintah Kota Ambon mendorong agar kegiatan-kegiatan seperti ini terus dibudayakan dan dilestarikan sebagai upaya mempererat kehidupan bersama antarmasyarakat,” pesannya.

Bodewin menekankan bahwa makna Perintah Pulang tidak boleh berhenti pada berkumpulnya keluarga besar di negeri asal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi kesempatan bagi anak cucu Negeri Ema yang telah berhasil di perantauan untuk berbagi pengalaman, kemampuan, dan sumber daya demi kemajuan kampung halaman.

Ia mengatakan, banyak warga merantau untuk mencari pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup. Karena itu, pengalaman dan keberhasilan yang diperoleh di tanah rantau diharapkan dapat dibawa kembali untuk membantu masyarakat di Negeri Ema.

Menurutnya, anak cucu Negeri Ema perlu saling menopang dan bekerja sama agar pembangunan negeri semakin berkembang dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta panitia bersama pemerintah negeri dan pihak jemaat merancang program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan hanya datang untuk berkumpul, tetapi harus ada sesuatu yang diberikan dan ditinggalkan bagi negeri,” menjadi pesan penting yang disampaikan Bodewin.

Ia berharap, pola kegiatan yang memberikan dampak nyata itu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, ketika Perintah Pulang kembali digelar dalam 10, 15, atau 20 tahun mendatang, tradisi tersebut tetap memiliki nilai dan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga mengusulkan agar pelaksanaan Sion Hauresi Perintah Pulang Jilid II Negeri Ema pada Desember 2027 diisi dengan kegiatan Panas Gandong yang melibatkan negeri-negeri bersaudara, yakni Negeri Ema, Negeri Batu Merah, dan negeri saudara lainnya.

Menurutnya, hubungan persaudaraan antarnegeri perlu terus dihidupkan melalui kegiatan bersama agar generasi muda memahami sejarah, ikatan kekeluargaan, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia menilai, penguatan hubungan antarnegeri bukan hanya menjadi tanggung jawab pemimpin adat dan tokoh masyarakat, tetapi juga seluruh warga, termasuk generasi muda yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap nilai persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku tetap terpelihara di tengah perubahan zaman.

Selain aspek budaya dan persaudaraan, Bodewin turut menyoroti potensi kegiatan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Ambon, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menyebutkan, berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan.

Menurutnya, dampak ekonomi dari sebuah kegiatan akan semakin besar apabila masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga ikut berbelanja dan mendukung usaha lokal.

Karena itu, ia mendorong panitia agar memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Sion Hauresi Perintah Pulang Jilid II Tahun 2027.

Dengan demikian, kedatangan anak cucu Negeri Ema dari berbagai daerah dan negara tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Bodewin berharap, Perintah Pulang dapat menjadi contoh kegiatan berbasis budaya yang mampu memadukan pelestarian tradisi, penguatan persaudaraan, pembangunan negeri, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ina Latu Negeri Ema, Janse Tresia Leimena, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan Sion Hauresi Perintah Pulang Jilid II Tahun 2027.

Ia menegaskan, peluncuran logo kegiatan bukan sekadar memperkenalkan sebuah lambang, melainkan juga menjadi simbol identitas, semangat, harapan, dan komitmen bersama dalam menyukseskan agenda tersebut.

Janse mengajak seluruh masyarakat Negeri Ema untuk mendukung setiap tahapan kegiatan, meningkatkan partisipasi, serta memperkuat semangat gotong royong.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga identitas negeri, mengembangkan kreativitas, serta meneruskan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi selanjutnya.

Menurutnya, pembangunan negeri bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, Sion Hauresi Perintah Pulang Jilid II diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus mendorong terwujudnya Negeri Ema yang semakin maju, damai, dan sejahtera.

Pelaksanaan Sion Huaresi Perintah Pulang Jilid II Tahun 2027 direncanakan berlangsung pada 28 Desember 2027. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pengucapan syukur atas 130 tahun Gedung Gereja Sion Jemaat Ema serta perayaan Natal bersama anak cucu Negeri Ema yang datang dari berbagai penjuru dunia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *