Ambon, Gardatimur.com – Benteng Victoria menjadi salah satu sorotan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).
Dalam upacara tersebut, sejarah panjang Kota Ambon turut dibacakan. Salah satu bagian yang disoroti adalah keberadaan Benteng Victoria, bangunan bersejarah yang berada tepat di pusat Kota Ambon.
Benteng Victoria disebut sebagai salah satu benteng tertua di Ambon yang dibangun oleh Portugis pada 1575. Keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang sejarah Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan bahwa Benteng Victoria tidak boleh hanya dipandang sebagai bangunan tua peninggalan masa lalu. Menurutnya, benteng tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Kota Ambon yang harus dirawat dan dimanfaatkan untuk masa depan.
Dahulu, Benteng Victoria dibangun sebagai tempat pertahanan. Namun hari ini, Benteng Victoria harus menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persatuan, dan benteng identitas Kota Ambon,” kata Bodewin.
Bodewin mengatakan, keberadaan Benteng Victoria tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang Kota Ambon yang selama berabad-abad berkembang sebagai ruang perjumpaan berbagai bangsa, kepentingan, perdagangan, kebudayaan, dan masyarakat.
Karena itu, menurutnya, Benteng Victoria memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan bersejarah.
Benteng tersebut harus ditempatkan sebagai aset sejarah dan kebudayaan yang dapat memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Bodewin berharap Benteng Victoria dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mempelajari perjalanan sejarah Kota Ambon.
Selain sebagai tempat belajar sejarah, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kebudayaan sekaligus mengembangkan seni dan kreativitas.
“Di sana, generasi muda harus dapat belajar tentang perjalanan kotanya. Di sana kebudayaan dapat diperkenalkan. Di sana seni dan kreativitas dapat berkembang,” ujar Bodewin.
Menurut Bodewin, penguatan identitas sejarah penting dilakukan di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.
Perubahan kota dan perkembangan zaman, kata dia, tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar sejarah dan identitas budaya.
“Usia 451 tahun Kota Ambon mengajarkan kepada kita semua satu hal: kota boleh berubah, zaman boleh berganti, tetapi identitas dan sejarah tidak boleh hilang,” katanya.
Dalam sambutannya, Bodewin juga mengaitkan sejarah Kota Ambon dengan kekuatan persaudaraan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat Ambon memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan negeri yang beragam. Namun, seluruh masyarakat memiliki satu rumah bersama, yakni Kota Ambon.
Nilai orang basudara, pela, gandong, serta berbagai nilai persaudaraan lainnya, kata Bodewin, harus terus dirawat sebagai kekuatan sosial masyarakat.
“Nilai-nilai ini harus menjadi benteng sosial masyarakat Ambon,” ujarnya.
Bodewin menilai pembangunan kota tidak hanya membutuhkan infrastruktur, teknologi, dan pelayanan publik yang baik. Pembangunan juga membutuhkan kepercayaan, persaudaraan, dan kepedulian antarmasyarakat.
Karena itu, Benteng Victoria diharapkan tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga dapat merepresentasikan kekuatan identitas dan persatuan masyarakat Kota Ambon.
Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon tahun ini mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”
Bodewin mengatakan, perjalanan sejarah Kota Ambon harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kota yang lebih baik.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk bersama-sama menjaga kebersihan, merawat keberagaman, melestarikan sejarah dan budaya, serta berkolaborasi dalam pembangunan.
Menurut Bodewin, Ambon tidak hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga kekayaan budaya dan kekuatan persaudaraan yang dapat menjadi modal penting untuk menghadapi masa depan.
“Dan dari sana kita dapat menceritakan kepada dunia bahwa Ambon bukan sekadar sebuah kota di timur Indonesia, tetapi sebuah kota yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, kekayaan budaya, serta kekuatan persaudaraan yang luar biasa,” kata Bodewin.
Pada usia ke-451 tahun, Pemerintah Kota Ambon berharap warisan sejarah seperti Benteng Victoria tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Warisan tersebut diharapkan dapat terus hidup dan menjadi bagian dari identitas, pendidikan, kebudayaan, serta masa depan Kota Ambon.













