Pemkot

Maluku Bermazmur 2026 Mendunia, Elly Toisutta Serukan Persaudaraan dan Perdamaian

6
×

Maluku Bermazmur 2026 Mendunia, Elly Toisutta Serukan Persaudaraan dan Perdamaian

Sebarkan artikel ini

AMBON, Gardatimur.com – Ribuan umat memadati Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Kamis (22/10/2026) sore, untuk mengikuti pembukaan Maluku Bermazmur 2026. Kegiatan pujian dan penyembahan bertaraf internasional ini menjadi momentum untuk memperkuat iman, persaudaraan, dan perdamaian di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon.

Maluku Bermazmur 2026 menghadirkan sejumlah pemimpin rohani dari berbagai negara, di antaranya Belanda, Spanyol, Filipina, Inggris, Peru, dan Nigeria. Kehadiran para tokoh internasional tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pujian dan penyembahan sekaligus sarana memperkenalkan Ambon kepada dunia.

Salah satu tokoh yang hadir adalah Dr. Paul Enenche, pendeta senior sekaligus pendiri Dunamis International Gospel Centre asal Nigeria. Ia hadir bersama istrinya, Dr. Becky Paul-Enenche, serta tim pelayanan mereka.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Provinsi Maluku, Ketua DPRD Kota Ambon, Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta, pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh lintas agama, akademisi, pemuda, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.

Maluku Bermazmur 2026 secara resmi dibuka oleh Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Elka Anakotta, yang mewakili Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Anakotta menegaskan bahwa Maluku Bermazmur bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga sarana untuk membangun perdamaian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kasih di tengah keberagaman masyarakat.

Mengusung tema The God of Wonders atau Allah yang Menghadirkan Keajaiban, kegiatan ini diharapkan dapat mengingatkan umat bahwa iman harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui Maluku Bermazmur, saya mengajak seluruh umat Kristen untuk menjadikan pujian dan penyembahan bukan sekadar ekspresi ibadah semata, melainkan juga kekuatan transformasi sosial,” kata Anakotta.

Ia mengatakan, umat Kristen memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan damai sejahtera, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.

Anakotta berharap Maluku Bermazmur 2026 dapat memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus mendukung upaya moderasi beragama yang terus didorong Kementerian Agama.

“Marilah kita bersama-sama menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan keajaiban-Nya bagi Indonesia, khususnya bagi Maluku yang kita cintai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, mengajak masyarakat menjadikan Maluku Bermazmur 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, membangun iman, serta menumbuhkan semangat perdamaian dan kasih.

Ajakan tersebut disampaikan Elly saat membacakan sambutan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Elly menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang bekerja sama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG-LKKI) Provinsi Maluku dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku.

Menurutnya, Maluku Bermazmur bukan sekadar acara puji-pujian, melainkan gerakan rohani untuk mempersatukan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Pelaksanaan Maluku Bermazmur ini bukan hanya sekadar acara puji-pujian semata, tetapi merupakan gerakan rohani untuk mempersatukan kita,” demikian sambutan Wali Kota Ambon yang dibacakan Elly.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Maluku, khususnya Kota Ambon, untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan kearifan lokal kepada masyarakat internasional.

Melalui siaran langsung (live streaming), Elly berharap masyarakat dunia dapat melihat Ambon sebagai kota yang aman, damai, terbuka, serta menjunjung tinggi kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap melalui live streaming Maluku Bermazmur, dunia dapat melihat Kota Ambon sebagai kota bermazmur, bukan hanya melalui lagu, tetapi juga melalui kerukunan dalam kehidupan setiap hari,” ujarnya.

Elly juga mengajak masyarakat untuk mendoakan Kota Ambon dan Provinsi Maluku agar senantiasa dilindungi dari berbagai marabahaya. Ia berharap kondisi cuaca dan alam dapat kembali pulih di tengah dampak fenomena El Niño.

Pemerintah Kota Ambon berharap Maluku Bermazmur 2026 tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga momentum untuk memperkuat toleransi, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama.

Melalui kegiatan ini, Ambon diharapkan semakin dikenal sebagai rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda, tetapi tetap hidup dalam semangat persaudaraan dan perdamaian.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kerukunan tidak cukup hanya disuarakan melalui pujian dan penyembahan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *