Ambon, Gardatimur.com – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui pemanfaatan sains dan teknologi untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan.
Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pendidikan, lingkungan, transportasi, digitalisasi hingga pengelolaan data.
Komitmen itu disampaikan Dekan FST Unpatti, Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si., usai mengikuti Apel Pagi Pemerintah Kota Ambon di Balai Kota Ambon, Kamis (20/8/2026).
Penguatan kerja sama tersebut menyusul penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FST Unpatti dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan Kota Ambon.
Wattimanela menegaskan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen. Menurutnya, PKS harus diterjemahkan ke dalam program konkret yang melibatkan dosen sesuai bidang kepakaran dan kebutuhan pemerintah daerah.
“Fakultas Sains dan Teknologi akan merespons itu dengan bertemu dengan teman-teman dosen yang punya kepakaran di bidang tersebut,” ungkap Wattimanela.
Menurut Wattimanela, FST Unpatti memiliki sumber daya akademik serta fasilitas laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan di Kota Ambon.
Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi, khususnya untuk mendukung pengembangan sistem berbasis teknologi serta kebutuhan digitalisasi pemerintahan.
Menurut saya, ini suatu ide yang sangat baik, khususnya bagi masyarakat Kota Ambon,” katanya.
Selain itu, FST Unpatti memiliki kompetensi di bidang ilmu komputer, statistika, instrumentasi dan otomasi yang dapat mendukung pengembangan database serta peningkatan kualitas informasi pemerintahan.
Wattimanela menekankan pentingnya kualitas data sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemerintah.
“Kalau data itu tidak bagus, maka dalam pengambilan keputusan akan bermasalah dan tidak mencapai sasaran,” tuturnya.
Di sektor pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kompetensi siswa dan guru di Kota Ambon.
FST Unpatti membuka peluang bagi siswa maupun guru untuk memanfaatkan fasilitas laboratorium yang tersedia di kampus sebagai ruang pembelajaran dan pengenalan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Kami membuka ruang melalui Dinas Pendidikan agar para siswa ataupun guru dapat menggunakan alat-alat tersebut untuk meningkatkan kualitas dan wawasan mereka,” jelasnya.
Wattimanela menilai pengenalan sains dan teknologi sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah sangat penting. Hal itu tidak hanya untuk memperkuat pemahaman terhadap ilmu dasar, tetapi juga mendorong ketertarikan siswa terhadap ilmu terapan.
Sementara di sektor transportasi dan lingkungan, FST Unpatti melihat peluang untuk melakukan kajian bersama berdasarkan data serta kondisi riil di lapangan.
Salah satu isu yang dapat dikaji adalah persoalan polusi udara yang memiliki keterkaitan antara sektor transportasi dan lingkungan.
“Misalnya terkait Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup, ada satu irisan terkait polusi udara. Nanti kita diskusikan persoalan apa yang bisa diselesaikan,” ujarnya.
Melalui pendekatan berbasis sains, FST Unpatti diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih terukur kepada Pemkot Ambon dalam menangani persoalan perkotaan.
Kerja sama FST Unpatti dan Pemkot Ambon juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang di berbagai perangkat daerah.
Menurut Wattimanela, pengalaman tersebut penting untuk mempertemukan kompetensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain magang, PKS tersebut juga berpeluang dikembangkan menjadi penelitian bersama yang menghasilkan karya ilmiah maupun rekomendasi berbasis sains bagi pemerintah daerah.
Kompetensi FST Unpatti yang mencakup instrumentasi dan otomasi, farmasi, bioteknologi hingga gizi dinilai dapat diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan daerah, termasuk pemanfaatan potensi bahan alam Maluku dan penanganan persoalan stunting.
Wattimanela berharap kolaborasi dengan Pemkot Ambon dapat memperkuat kesiapan lulusan FST Unpatti dalam memasuki dunia kerja serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Kerja sama tersebut, kata dia, juga akan terus diperluas bersama instansi lainnya, termasuk rumah sakit, untuk memperkaya pengalaman dan meningkatkan kompetensi mahasiswa.
“Dengan proses kerja sama, magang dan seterusnya, kami juga akan melakukan kerja sama dengan instansi lain untuk meningkatkan kompetensi keilmuan mahasiswa. Sehingga ketika lulus, mereka mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman dan kondisi,” pungkasnya.













