Pemkot

Ely Toisutta Sampaikan Peran Strategis Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban di Universitas Muhammadiyah Maluku

25
×

Ely Toisutta Sampaikan Peran Strategis Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban di Universitas Muhammadiyah Maluku

Sebarkan artikel ini

AMBON, Gardatimur.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos., menghadiri agenda Penyambutan dan Pengenalan Lingkungan Akademik bagi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku (UMMU), Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula LPMP Provinsi Maluku tersebut merupakan bagian dari rangkaian awal penerimaan mahasiswa baru sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan akademik, nilai-nilai pendidikan, serta tanggung jawab mahasiswa sebagai generasi penerus pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Ely Toisutta didaulat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru UMMU dengan mengangkat tema “Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban.”

Tema tersebut menyoroti posisi strategis perempuan dalam kehidupan sosial, pendidikan, pembangunan,

Dalam kesempatan tersebut, Ely Toisutta didaulat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru UMMU dengan mengangkat tema “Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban.”

Tema tersebut menyoroti posisi strategis perempuan dalam kehidupan sosial, pendidikan, pembangunan, hingga pembentukan generasi masa depan.

Di hadapan mahasiswa baru, Ely menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun peradaban. Perempuan tidak hanya berperan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, tetapi juga memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi di bidang pendidikan, pemerintahan, sosial, ekonomi, politik, serta berbagai sektor pembangunan lainnya.

Menurut Ely, perkembangan zaman menuntut perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas pengetahuan, membangun kepercayaan diri, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama yang dapat membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut.

Karena itu, mahasiswa perempuan diharapkan tidak hanya datang ke kampus untuk memperoleh gelar akademik. Masa perkuliahan harus dimanfaatkan sebagai proses membangun karakter, memperkuat kemampuan berpikir, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Ely juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, kampus bukan sekadar tempat menerima materi perkuliahan dari dosen. Perguruan tinggi juga menjadi ruang untuk belajar berpikir kritis, membangun jejaring, berdiskusi, berorganisasi, serta membentuk kepribadian dan karakter kepemimpinan.

Dalam konteks perempuan sebagai kekuatan peradaban, Ely menilai kemajuan suatu daerah maupun bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya perempuan.

Perempuan yang mendapatkan akses pendidikan, memiliki pengetahuan, serta diberikan ruang untuk berkembang dinilai mampu memberikan kontribusi besar bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa.

Peran perempuan juga semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat.

Generasi muda, termasuk mahasiswa perempuan, dituntut tidak hanya menjadi pengguna perkembangan zaman, tetapi juga mampu tampil sebagai pelaku perubahan dengan melahirkan gagasan, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku agar sejak awal perkuliahan memiliki orientasi yang jelas terhadap masa depan.

Mahasiswa diharapkan mampu menjaga semangat belajar, disiplin, serta terus mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Selain memberikan kuliah umum, kehadiran Wakil Wali Kota Ambon dalam agenda tersebut juga menunjukkan pentingnya hubungan dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan institusi pendidikan tinggi.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Sementara itu, pemerintah daerah membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kreativitas, karakter, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda sekaligus mendukung pembangunan Kota Ambon dan Maluku ke depan.

Sebagai kaum intelektual muda, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi melalui pemikiran, penelitian, inovasi, maupun kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Momentum penyambutan dan pengenalan lingkungan akademik tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru UMMU untuk menjalani kehidupan kampus dengan semangat baru.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan pendidikan secara akademik, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil peran dalam pembangunan.

Melalui materi “Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban,” Ely Toisutta membawa pesan bahwa perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, memimpin, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat

Perempuan dengan pendidikan yang baik dan karakter yang kuat dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menciptakan perubahan positif.

Kehadiran mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Maluku bukan sekadar menandai dimulainya jenjang pendidikan baru, tetapi juga menjadi awal pembentukan diri sebagai generasi yang kelak akan memegang peranan penting di tengah masyarakat.

Karena itu, dunia kampus diharapkan mampu menjadi ruang yang melahirkan generasi muda Maluku yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta memiliki komitmen untuk ikut membangun daerah.

Agenda Penyambutan dan Pengenalan Lingkungan Akademik mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku pada Selasa (29/9/2026) pun menjadi momentum untuk menanamkan semangat belajar sekaligus memperkuat kesadaran mahasiswa mengenai peran besar generasi muda, termasuk perempuan, dalam menentukan arah peradaban di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *