AMBON, Gardatimur.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos., menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
Penegasan tersebut disampaikan Ely saat membuka Genesis Youth Festival (GETS) Edisi ke-3 yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Genesis, Daerah Kota Ambon, di Taman Budaya, Karang Panjang (Karpan), Jumat (9/10/2026).
Dalam sambutannya, Ely mengatakan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi dan modernisasi, melainkan bagaimana tetap mempertahankan jati diri sebagai anak muda Maluku yang kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal.
“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kompas untuk masa depan,” tegas Ely.
Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi penyelenggaraan Genesis Youth Festival karena kegiatan tersebut tidak hanya menjadi panggung kreativitas generasi muda, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan jiwa kewirausahaan, kemandirian, serta penguatan ekonomi kreatif di Kota Ambon.
Festival yang mengusung tema “Beta Pung Gaya, Toma Deng Budaya” ini dinilai mampu menghadirkan semangat baru bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri tanpa meninggalkan akar budaya Maluku.
Ely menjelaskan, anak muda Ambon memiliki kebebasan untuk tampil modern, mengikuti tren, serta mengekspresikan kreativitas melalui musik hip-hop, rap, dan berbagai bentuk seni kontemporer. Namun, seluruh perkembangan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.
Baginya, menjadi generasi modern bukan berarti harus meninggalkan tradisi. Sebaliknya, modernisasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia juga menilai festival budaya sebagai ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Lebih lanjut, Ely menekankan bahwa kegiatan berbasis budaya memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, ia mengajak masyarakat dan seluruh pengunjung untuk tidak hanya menikmati rangkaian acara festival, tetapi juga mendukung produk-produk lokal dengan berbelanja di gerai UMKM yang tersedia.
Ketika budaya bergerak, ekonomi ikut hidup,” ungkapnya.
Menurut Ely, sinergi antara kreativitas generasi muda, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dalam membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kota Ambon.
Ia berharap Genesis Youth Festival dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, merawat tradisi, serta membangun kebanggaan generasi muda terhadap identitas budaya Maluku.
Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Ely turut menyampaikan apresiasi kepada AMGPM Ranting Genesis, panitia penyelenggara, sponsor, donatur, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Melalui Genesis Youth Festival Edisi ke-3, semangat kreativitas dan pelestarian budaya diharapkan terus berkembang menjadi kekuatan generasi muda dalam membangun Kota Ambon yang kreatif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya Maluku.”













