AMBON, Gardatimur.com — Di tengah kondisi kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino dan berdampak pada ketersediaan air di Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon bersama Perumdam Tirta Yapono terus bergerak memperluas akses air bersih bagi masyarakat.
Upaya tersebut ditandai dengan peresmian jaringan air bersih oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, di dua lokasi, yakni Halong Batu-Batu, tepatnya di belakang Kampus IAKN Ambon, dan Dusun Toisapu, Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Sabtu (3/10/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela, Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette, Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono Piet Saimima, Anggota DPRD Kota Ambon Swenly Hursepuny, serta Raja Negeri Hutumuri.
Dalam sambutannya, Bodewin mengatakan, penyediaan air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Kebutuhan masyarakat sangat banyak. Karena itu, Pemerintah Kota Ambon meletakkan air bersih dalam program prioritas. Air bersih adalah hal mendasar yang menjadi prioritas,” kata Bodewin.
Menurutnya, air bersih menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Ambon karena air merupakan sumber kehidupan dan berkaitan erat dengan berbagai persoalan sosial lainnya.
“Karena itu, dalam program prioritas kami, yang pertama adalah air bersih. Air adalah sumber kehidupan. Artinya, betapa penting air bagi kehidupan. Jangan bicara soal stunting, kemiskinan, dan lainnya kalau kita tidak memiliki air bersih,” ujarnya.
Bodewin menegaskan, Pemerintah Kota Ambon akan terus berupaya memperluas akses air bersih agar dapat dinikmati masyarakat di berbagai wilayah Kota Ambon.
“Sampai saat ini sudah 11 titik yang sudah kami buka,” ungkapnya.
Ia menyadari bahwa seluruh kebutuhan air bersih masyarakat belum dapat dipenuhi dalam satu periode kepemimpinan. Namun, pemerintah akan terus berupaya agar program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mungkin dalam kepemimpinan kami di periode ini belum bisa bikin untuk semua, tapi paling tidak bisa memberikan dampak yang baik dan sebagian dapat merasakan,” katanya.
Selain membangun dan membuka jaringan baru, Pemkot Ambon juga melakukan perbaikan terhadap jaringan air bersih yang sebelumnya telah tersedia, tetapi mengalami kerusakan.
Ada juga yang sudah ada namun rusak, kami perbaiki,” tambahnya.
Bodewin berharap masyarakat dapat menjaga dan mengelola jaringan air bersih yang telah dibangun dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kebutuhan air dapat dipenuhi. Kelola dengan baik agar dia berkelanjutan,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu merasa berutang budi atas pelayanan yang diberikan pemerintah.
“Tidak usah berterima kasih karena ini tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegas Bodewin.
Pada kesempatan tersebut, Bodewin turut menyampaikan apresiasi kepada Perumdam Tirta Yapono atas kinerja dan dukungannya dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Ambon.
Peresmian jaringan air bersih di Halong Batu-Batu dan Dusun Toisapu, Negeri Hutumuri, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon memperluas layanan dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya masih mengalami keterbatasan akses air bersih.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang dan El Nino sekaligus memastikan ketersediaan air bersih dapat dirasakan secara berkelanjutan.”













