Pemkot

10 Hari Tercatat 34 Titik Kebakaran di Ambon, Bodewin Wattimena Ajak Warga Waspada Hadapi Kemarau Panjang

18
×

10 Hari Tercatat 34 Titik Kebakaran di Ambon, Bodewin Wattimena Ajak Warga Waspada Hadapi Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini

AMBON, Gardatimur.com – Sebanyak 34 kejadian kebakaran tercatat di Kota Ambon selama periode 1 hingga 10 Oktober 2026. Kebakaran tersebut didominasi kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi cuaca kering akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Niño.

Jumlah tersebut belum termasuk titik api yang kembali bermunculan dalam beberapa hari terakhir maupun rangkaian kejadian kebakaran yang telah terjadi sejak September 2026.

Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, mengungkapkan kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon, terutama karena ancaman kebakaran masih berpotensi meningkat selama musim kemarau berlangsung.

“Bayangkan, dari tanggal 1 sampai 10 Oktober saja sudah ada 34 kejadian kebakaran. Kemarin saja masih ada titik api baru. Kita belum menghitung kejadian sejak bulan September,” tandas Wattimena.

Kekhawatiran semakin meningkat menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan di Kota Ambon diperkirakan baru kembali turun pada Maret 2027. Dengan demikian, masyarakat berpotensi menghadapi kondisi kering selama beberapa bulan ke depan.

“BMKG memprediksi hujan baru turun di Kota Ambon pada Maret 2027. Bayangkan, masih ada sekitar enam bulan lagi. Sebagai manusia biasa, wajar kalau kita merasa cemas dan khawatir,” ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Wattimena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Ia menegaskan, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan bersama agar aktivitas masyarakat tidak memperbesar risiko munculnya titik api.

Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

Menurutnya, tindakan sederhana yang dilakukan masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran meluas serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap permukiman warga.

Selain mewaspadai kebakaran, Wali Kota Ambon juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Kemarau berkepanjangan berpotensi memperburuk ketersediaan air sehingga penghematan perlu dilakukan sejak dini.

Ia sebelumnya juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh dampak kemarau akibat El Niño yang kini dirasakan di Kota Ambon.

Pemerintah berharap masyarakat dapat bekerja sama menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta menggunakan air secara hemat hingga kondisi cuaca kembali membaik.

Dengan ancaman kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, kesadaran dan tindakan pencegahan dari seluruh masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kota Ambon.”

 

(SM. Michael).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *