Pemkot

Peringati Harkitnas 2026, Wali Kota Ambon Launching Modul Literasi Keuangan dan Tandatangani Pakta Integritas SPMB

13
×

Peringati Harkitnas 2026, Wali Kota Ambon Launching Modul Literasi Keuangan dan Tandatangani Pakta Integritas SPMB

Sebarkan artikel ini

Ambon, Gardatimur.com – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dimanfaatkan Pemerintah Kota Ambon untuk memperkuat sektor pendidikan dan transparansi pelayanan publik. Dalam upacara yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Rabu (20/5/2026), Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena resmi meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP dan MTs, sekaligus menandatangani Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang PAUD dan SD.

Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat (Pj.) Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Maluku, Kepala BPMP Provinsi Maluku, Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan, anggota DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD, serta ASN di lingkup Pemerintah Kota Ambon.

Peluncuran modul dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon bersama Kepala OJK Provinsi Maluku di sela-sela upacara peringatan Harkitnas 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang berhasil menghadirkan inovasi pendidikan tersebut.

Menurutnya, modul ajar literasi keuangan ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk tingkat SMP dan MTs.

“Ini baru pertama. Kita harus bangga karena ini modul ajar literasi keuangan pertama di Indonesia untuk tingkat SMP dan MTs. Terima kasih kepada OJK, TPAKD, Dinas Pendidikan, Kemenag, MGMP, dan seluruh stakeholder yang telah berkontribusi,” ujar Wattimena.

Ia menjelaskan, penyusunan modul tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kota Ambon, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.

Wali Kota juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar segera menerapkan modul tersebut tanpa penundaan.

Tercatat sebanyak 53 SMP dan 10 MTs, baik negeri maupun swasta di Kota Ambon, diwajibkan mengimplementasikan kurikulum literasi keuangan tersebut.

Selain penerapan modul, sekolah juga diminta mendorong siswa membuka rekening Simpanan Pelajar (Simpel) guna membangun budaya menabung sejak dini.

Wattimena mengungkapkan, program serupa pernah sukses dijalankan pada tahun 2022 hingga 2023 dan kini kembali diperkuat untuk generasi siswa berikutnya.

“Kita pernah sukses lakukan ini pada tahun 2022-2023, tetapi anak-anak itu sudah lulus. Sekarang giliran anak-anak baru yang mesti kita edukasi agar giat menabung. Ingat falsafah lama, hemat pangkal kaya. Mari kita bikin anak-anak kita kaya dengan budaya menabung sejak dini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Ambon juga melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang PAUD dan SD.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai aturan, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Langkah ini diambil untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan,” ungkap Wali Kota.

Ia menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi praktik titip-menitip kursi sekolah melalui jalur belakang maupun intervensi pihak tertentu.

“Semua sekolah sama saja. Kita ingin menghindari proses yang tidak sesuai ketentuan demi menjamin keadilan bagi semua anak di Kota Ambon,” tegasnya.

Sebelum membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, dalam upacara Harkitnas 2026, Wali Kota Ambon bersama Kepala OJK Provinsi Maluku terlebih dahulu melaunching modul ajar literasi keuangan dengan penyerahan simbolis modul kepada Kepala OJK.

Selanjutnya, penandatanganan Pakta Integritas SPMB dilakukan oleh Wali Kota Ambon, Pj. Sekretaris Kota Ambon, Kepala BPMP Provinsi Maluku, serta para undangan lainnya sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan sistem pendidikan yang transparan dan berkualitas di Kota Ambon.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *