Pemkot

Bodewin Wattimena: Pattimura Bukan Sekadar Sejarah, Tapi simbol Perjuangan yang Terus Hidup Di Maluku

15
×

Bodewin Wattimena: Pattimura Bukan Sekadar Sejarah, Tapi simbol Perjuangan yang Terus Hidup Di Maluku

Sebarkan artikel ini

Ambon, Gardatimur.com – Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 di Pattimura Park, Ambon, Senin (18/5/2026). Momentum ini menjadi ajang untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan rakyat Maluku dalam menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Upacara berlangsung khidmat dan diawali dengan pembacaan sejarah perjuangan Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura. Sosok pahlawan nasional tersebut dikenang sebagai pemimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan 209 tahun lalu dengan keberanian, keteguhan, dan pengorbanan demi martabat bangsa.

Dalam upacara tersebut, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, bertindak selaku Upulatu Kota Ambon sekaligus membacakan sambutan Gubernur Maluku. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pejabat tinggi pratama Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, tokoh agama, tokoh masyarakat, para raja, camat, lurah, kepala desa se-Kota Ambon, ahli waris keluarga Kapitan Pattimura, serta insan pers.

Dalam sambutan yang dibacakan, Bodewin menegaskan bahwa Pattimura bukan sekadar tokoh sejarah yang dikenang setiap tahun, melainkan simbol perjuangan yang harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan Maluku.

“Kapitan Pattimura tidak berjuang demi dirinya sendiri. Beliau berdiri di garis depan demi masa depan rakyatnya, rela berkorban agar generasi Maluku bisa hidup lebih baik dan bermartabat. Hari ini, semangat itu harus tetap menyala dalam diri kita semua,” ujar Bodewin Wattimena.

Ia menekankan bahwa perjuangan masa kini bukan lagi melawan penjajahan fisik, tetapi melawan berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat Maluku, seperti kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan.

Kalau dulu Pattimura melawan penjajah dengan parang, salawaku, dan keberanian, maka hari ini kita harus melawan kebodohan dengan pendidikan, melawan kemiskinan dengan kerja keras, melawan keterbelakangan dengan inovasi, dan melawan perpecahan dengan persaudaraan,” tegasnya.

Mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini disebut sebagai panggilan sejarah bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu membangun daerah.

Menurut Bodewin, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa kontribusi daerah, termasuk Maluku. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mendukung agenda strategis pembangunan, seperti pengembangan Blok Masela dan perjuangan pengesahan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang saat ini masih berproses di tingkat nasional.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan Pattimura dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, dunia pendidikan, pelayanan publik, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya.

“Api perjuangan itu harus menyala dalam doa para ibu, dalam cita-cita besar anak-anak muda Maluku, dalam dedikasi ASN, TNI, Polri, guru, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat yang setiap hari bekerja untuk negeri ini,” katanya.

Peringatan Kapitan Pattimura ke-209 di Pattimura Park tidak hanya menjadi seremoni mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga penegasan bahwa perjuangan besar Maluku belum selesai. Dari Kota Ambon, semangat Pattimura kembali dikobarkan sebagai energi kolektif untuk membawa Maluku bangkit, maju, dan bermartabat menuju masa depan yang lebih gemilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *