Pemkot

Wali Kota : Peringatan 1 Abad Adalah Bukti Penyertaan Tuhan

15
×

Wali Kota : Peringatan 1 Abad Adalah Bukti Penyertaan Tuhan

Sebarkan artikel ini

Ambon, Gardatimur.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengapresiasi perayaan satu abad Jemaat GPM Galala – Hative Kecil (Gatik) yang menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang kehidupan jemaat sekaligus mensyukuri penyertaan Tuhan selama 100 tahun.

Ia menyampaikan, apresiasi tersebut saat menghadiri perayaan satu abad Jemaat GPM Gatik, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, peringatan satu abad bukan sekadar mengenang usia berdirinya jemaat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai proses, tantangan, dan penyertaan Tuhan yang telah dilalui selama perjalanan pelayanan.

“Setiap momentum peringatan pertambahan usia, baik 10 tahun, satu abad dan seterusnya, tidak saja mengingatkan kita terhadap terbentuknya jemaat ini, tetapi mengajarkan kita untuk melihat bagaimana penyertaan Tuhan selama satu abad bagi jemaat,” ujarnya.

Ia mengatakan, perjalanan sebuah jemaat tidak selalu berlangsung tanpa persoalan. Berbagai tantangan dan dinamika turut mewarnai perjalanan Jemaat GPM Gatik hingga mampu mencapai usia 100 tahun.

Karena itu, momentum tersebut harus dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan yang terus memberikan kebaikan dalam kehidupan jemaat.

“Banyak persoalan yang turut serta dalam perjalanan jemaat ini selama satu abad. Oleh karena itu, pemaknaan terhadap penyertaan Tuhan membuat kita semua terus bersyukur bahwa Tuhan selalu berbuat hal-hal baik dalam kehidupan, termasuk kehidupan berjemaat,” katanya.

Selain menjadi momentum spiritual, Bodewin menilai perayaan satu abad Jemaat GPM Gatik juga memiliki nilai penting dalam upaya menjaga sejarah, adat istiadat dan budaya Kota Ambon.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Ambon saat ini terus mendorong seluruh pihak untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat, budaya dan sejarah yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kota Ambon.

Menurutnya, generasi saat ini perlu memahami proses sejarah yang telah dilalui, termasuk bagaimana sebuah persekutuan jemaat terbentuk dan berkembang hingga mencapai usia satu abad.

“Pemerintah Kota Ambon sementara terus mendorong seluruh pihak untuk kembali menghidupkan nilai-nilai adat istiadat, budaya dan sejarah di kota ini,” jelasnya.

Momentum satu abad Jemaat GPM Gatik, lanjutnya, menjadi contoh bahwa perjalanan sejarah dan kehidupan persekutuan perlu terus diperingati dan diwariskan.

Hal ini sejalan dengan perjalanan Kota Ambon yang akan memasuki usia ke-451 tahun pada 7 September 2026. Menurutnya, berbagai momentum sejarah harus menjadi sarana untuk mengingat perjalanan masa lalu sekaligus menyiapkan masa depan Kota Ambon.

Ia pun menyampaikan selamat kepada seluruh jemaat atas perayaan satu abad tersebut dan berharap nilai-nilai kebersamaan, sejarah, budaya serta kehidupan berjemaat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *