Pemkot

Wakil Walikota Ambon : Dialog Lintas Agama Kunci Deteksi Dini Konflik di Ambon

4
×

Wakil Walikota Ambon : Dialog Lintas Agama Kunci Deteksi Dini Konflik di Ambon

Sebarkan artikel ini

Ambon, Gardatimur.com – Wakil Wali Kota (Wwali) Ambon, Ely Toisutta, mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memperkokoh komitmen dalam menjaga persaudaraan (*par ambong pung bae*), membangun sinergi, serta meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi konflik. Langkah ini diambil demi memastikan kedamaian dan keharmonisan terus terjaga di Kota Ambon.

Ajakan tersebut disampaikan Wawali saat membuka **Dialog Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Lintas Agama Kota Ambon**, yang berlangsung di Golden Place Hotel, Selasa (7/7/2026). Forum ini mengusung tema *”Meneguhkan Komitmen Nilai-nilai Persaudaraan Par Ambon Pung Bae”*.

Ely Toisutta menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan belaka, melainkan sebuah panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberagaman di Kota Ambon harus dipelihara sebagai modal sosial yang menjadi kekuatan pemersatu daerah.

Keberagaman yang dimiliki Kota Ambon bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara, sebagai kekuatan pemersatu dalam membangun daerah,” ujar Ely.

Ia juga menekankan bahwa perdamaian yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan komitmen bersama. Oleh karena itu, damai tidak boleh dianggap remeh atau terjadi begitu saja, melainkan wajib diwariskan kepada generasi muda melalui ruang-ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan.

Di era digital saat ini, Wawali menyoroti munculnya tantangan baru seperti penyebaran berita bohong (*hoaks*), ujaran kebencian, serta paham-paham radikal yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Dalam konteks ini, tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai penyejuk suasana, pemersatu, sekaligus teladan bagi masyarakat.

Eropa mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk terus memperkuat sinergi membangun sistem deteksi dini potensi konflik, mempererat komunikasi lintas kelompok, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sejalan dengan visi Pemkot Ambon **”Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”**, Ely Toisutta menekankan pentingnya penerapan moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama bukanlah pengurangan keyakinan, melainkan cara menjalankan ajaran agama secara rukun dan harmonis dengan sesama.

Selain itu, ia mendorong pelestarian nilai luhur budaya lokal seperti **Pela Gandong** dan **Ale Rasa Beta Rasa**. Nilai-nilai saling menopang ini disebutnya sebagai fondasi utama untuk memperkuat kohesi sosial masyarakat Ambon yang majemuk.

Melalui forum dialog ini, Pemerintah Kota Ambon berharap akan lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan komitmen bersama antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya jelas: memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas dan keamanan kota.

“Semoga melalui dialog ini lahir komitmen bersama yang semakin memperkuat persaudaraan dan menjaga Ambon tetap aman, damai, dan harmonis,” harap Wawali di akhir sambutannya.

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, dan pemimpin agama se-Kota Ambon, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjaga kondusifitas wilayah pasca-reformasi penanganan konflik masa lalu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *