Ambon, Gardatimur.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menyiapkan sebanyak 650 agen untuk mendukung pendataan digital bantuan sosial (bansos) guna memastikan penyaluran bantuan kepada masyarakat berjalan tepat sasaran.
Hal ini disampaikan Walikota Ambon, Kepada media pada Rabu (14/05/2026).
Menurut Walikota, Ratusan agen tersebut berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Ambon yang telah mengikuti pelatihan dan simulasi pendataan digital sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem penyaluran bantuan sosial.
Langkah ini dilakukan pemerintah untuk menghadirkan data penerima bansos yang lebih akurat, valid, dan terintegrasi, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pemkot Ambon menilai pendataan digital menjadi salah satu solusi penting dalam meminimalisir kesalahan data penerima bantuan, sekaligus meningkatkan transparansi dan efektivitas program sosial pemerintah.
“Melalui pelatihan dan simulasi yang dilakukan, pemerintah nantinya memiliki data penerima bantuan sosial yang valid sehingga seluruh bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain meningkatkan ketepatan sasaran, sistem digital juga diharapkan mampu mempercepat proses verifikasi data masyarakat penerima bantuan, baik di wilayah perkotaan maupun kawasan pesisir dan kepulauan di Kota Ambon.
Dengan keterlibatan 650 agen pendataan digital, Pemkot Ambon optimistis proses pendataan bansos akan berjalan lebih maksimal dan mampu mendukung program perlindungan sosial pemerintah daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk memberikan data yang benar dan terbuka saat proses pendataan berlangsung agar bantuan sosial dapat diterima oleh warga yang benar-benar berhak.
Program pendataan digital bansos ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Ambon dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kota Ambon.”













