Ambon, Gardatimur.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat, program strategis yang digagas pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Sejumlah lokasi alternatif telah diidentifikasi sebagai calon area pembangunan. Dari beberapa titik yang dipertimbangkan, kawasan Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan, menjadi salah satu lokasi prioritas karena dinilai memiliki kondisi lahan yang memadai.
Plt. Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, mengatakan proses penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek teknis, terutama ketersediaan lahan datar dengan luas sekitar tujuh hektare.
“Untuk Sekolah Rakyat, kita sementara berupaya mencari lahan. Ada beberapa titik alternatif yang sudah diidentifikasi dan tinggal disurvei. Dalam penentuan lokasi, tentu kita mempertimbangkan aspek teknis, terutama kondisi lahan yang datar,” ujar Sapulette di Ambon, senin (25/5/2026).
Menurutnya, selain kondisi lahan, harga atau nilai jual tanah juga menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon akan melakukan perbandingan nilai jual tanah di setiap lokasi sebelum menetapkan keputusan akhir.
Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses belajar bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan fasilitas pendidikan yang representatif.
Pemkot Ambon juga akan melakukan survei lanjutan terhadap lokasi-lokasi yang telah diidentifikasi guna memastikan kesiapan lahan, aksesibilitas, serta kelayakan pembangunan dalam jangka panjang.
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di Kota Ambon.
Dengan proses identifikasi lokasi yang terus berjalan, Pemkot Ambon optimistis pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan sesuai rencana pemerintah pusat.”













