Pemkot

Puluhan Tahun Tak Nikmati Air Bersih, Masyarakat Farmasi Atas Negeri Urimessing Siwang Lorong Batako Resmi Nikmati Akses Air Bersih

12
×

Puluhan Tahun Tak Nikmati Air Bersih, Masyarakat Farmasi Atas Negeri Urimessing Siwang Lorong Batako Resmi Nikmati Akses Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Ambon, Gardatimur.com – Masyarakat di kawasan Farmasi Atas, Negeri Urimessing, Siwang Lorong Batako, Kota Ambon, akhirnya resmi mendapatkan akses layanan air bersih dari Perumdam Tirta Yapono.

Akses tersebut menjadi kabar baik bagi warga yang selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan dalam memperoleh air bersih. Warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon serta Perumdam Tirta Yapono atas terealisasinya jaringan air bersih di kawasan tersebut. Minggu (30/08/2026).

Ucapan selamat datang dan apresiasi disampaikan Pdt. Kris Lawalatta. Ia mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih, merupakan bagian penting dari pelayanan pemerintah kepada warga Kota Ambon.

Menurutnya, warga yang berada di wilayah RT 03/07 telah lama menantikan hadirnya jaringan air bersih. Informasi mengenai rencana masuknya jaringan air bersih telah diterima sejak 2024, sebelum akhirnya terealisasi dan mulai dinikmati masyarakat.

Kami bersyukur dan berterima kasih karena hari ini masyarakat di Lorong Batako sudah dapat menikmati jaringan air bersih. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, pelayanan air bersih tidak hanya menjangkau warga yang berada di wilayah datar, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat yang bermukim di kawasan yang lebih tinggi.

“Kami berharap warga yang berada di wilayah ketinggian juga bisa menikmati layanan air bersih. Kalau memungkinkan, ada mekanisme penampungan atau distribusi dari tempat yang lebih besar sehingga air dapat dinikmati bersama,” harapnya.

Pdt. Kris Lawalatta menyebutkan, terdapat sekitar 90 kepala keluarga di wilayah RT 03/07 yang diharapkan dapat memperoleh manfaat dari jaringan air bersih tersebut. Saat ini, masih terdapat sejumlah keluarga yang berada di wilayah lebih tinggi dan belum terlayani secara optimal.

Selain persoalan air bersih, warga juga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi akses jalan menuju kawasan permukiman.

Sekretaris Kota (Sekot) Ambon Roberd Sapulette, menyampaikan bahwa penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kota Ambon dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menjelaskan, sejak 2025 pemerintah terus berupaya memperluas akses layanan air bersih melalui sejumlah titik pelayanan. Tercatat sebanyak 24 titik dengan sekitar 4.000 kepala keluarga menjadi bagian dari upaya perluasan layanan tersebut.

“Air bersih menjadi prioritas pertama. Di tengah kebutuhan fiskal daerah, Pemerintah Kota Ambon tetap berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” kata Sekot Ambon.

Menurutnya, keterbatasan akses air bersih juga berdampak pada tingginya pengeluaran masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga harus membeli air tangki dengan biaya yang dapat mencapai sekitar Rp500 ribu per bulan, tergantung kebutuhan.

Sementara itu, tarif air tangki Perumdam disebut berada pada kisaran Rp6.500 per meter kubik.

Pemerintah Kota Ambon juga menetapkan lima wilayah yang menjadi perhatian karena rentan mengalami persoalan air bersih, terutama sebagai dampak fenomena El Nino. Wilayah tersebut meliputi Farmasi, Gunung Nona, Benteng Atas, Wara, dan Batu Merah.

Dalam pelayanan di kawasan Farmasi Atas Negeri Urimessing Siwang Lorong Batako, Pemkot Ambon saat ini memprioritaskan sekitar 10 kepala keluarga dari total kurang lebih 90 kepala keluarga yang berada di kawasan tersebut.

Sekot Ambon menegaskan, pemerintah tidak memberikan subsidi langsung kepada warga untuk pembayaran air. Fokus pemerintah adalah memastikan jaringan air bersih dapat tersambung hingga ke rumah-rumah warga sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan secara berkelanjutan.

“Tidak ada subsidi kepada warga. Yang kita upayakan adalah mencari jaringan sampai pada setiap rumah dan memastikan air bersih tetap tersambung,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga jaringan air bersih yang telah dibangun agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Jaringan yang sudah ada harus dijaga bersama. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat agar pelayanan air bersih dapat terus berjalan,” tambahnya.

Selain jaringan air bersih, persoalan akses jalan menuju permukiman warga juga menjadi perhatian pemerintah.

Sekot Ambon menyebutkan, kondisi akses jalan di kawasan tersebut akan menjadi catatan untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah, termasuk melalui perangkat daerah terkait.

Ardiansyah dari Dinas PUPR juga diharapkan dapat memperhatikan kebutuhan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

Warga mengungkapkan, mereka telah menunggu kurang lebih 40 tahun untuk mendapatkan akses air bersih yang memadai. Karena itu, hadirnya jaringan air bersih saat ini menjadi harapan baru bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Ambon menegaskan, meskipun daerah masih menghadapi keterbatasan fiskal, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, akan tetap menjadi perhatian dan prioritas pembangunan.

Dengan tersedianya akses air bersih, masyarakat Farmasi Atas Negeri Urimessing Siwang Lorong Batako diharapkan dapat memperoleh pelayanan dasar yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan warga.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *