Ambon, Gardatimur.com – Pemerintah Kota Ambon bersama Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat penerima manfaat di Kota Ambon. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu mempertahankan daya beli masyarakat.
Kegiatan penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan Desa Halong menjadi salah satu lokasi peluncuran penyaluran bantuan. (12/08/2026)
Wali Kota Ambon menegaskan, bantuan pangan pemerintah bukan sekadar kegiatan membagikan beras kepada masyarakat, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
“Pemerintah terus berupaya agar setiap keluarga dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Pemerintah menyadari bahwa pangan merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan pangan juga memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Ambon memberikan dukungan terhadap program yang dilaksanakan Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan pihak terkait lainnya.
Kepala Bulog Maluku, Rudy Senawi Tahir, menjelaskan bahwa untuk Kota Ambon, bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 dialokasikan kepada 25.383 keluarga penerima manfaat (KPM).
Setiap KPM memperoleh bantuan 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras, sedangkan total bantuan yang dialokasikan untuk Kota Ambon mencapai 761.490 kilogram.
“Untuk wilayah Kota Ambon, alokasi bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 diberikan kepada sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan 10 kilogram beras untuk setiap bulan,” katanya
Berbeda dengan penyaluran sebelumnya yang juga disertai minyak goreng, pada periode kali ini bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap penerima manfaat selama tiga bulan.
Rudy menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon dan jajaran Pemerintah Kota Ambon, dinas terkait, Kapolres, Dandim, Forkopimda, serta seluruh mitra Bulog yang mendukung kelancaran distribusi bantuan pangan.
Wali Kota Ambon juga meminta pemerintah desa, negeri, dan kelurahan ikut membantu memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Ia menekankan bahwa bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok penerima manfaat yang masuk dalam desil 1 sampai desil 4.
“Jangan sampai mereka yang secara ekonomi sudah mampu justru mendapatkan bantuan pangan atau bantuan sosial, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemutakhiran dan digitalisasi data bantuan sosial untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Ia juga meminta seluruh pihak mendukung proses pemutakhiran data tersebut agar pemerintah dapat mengetahui masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan.
Wali Kota Ambon menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga kualitas bantuan yang diterima masyarakat.
“Beras yang mutunya bagus tetapi jumlahnya kurang juga tidak akan menyelesaikan persoalan. Karena itu, kualitas dan kuantitas harus berjalan bersama,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bulog Maluku Rudy Senawi Tahir. Ia memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat telah melalui proses pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kualitas, berat, dan kondisi beras bersama pihak terkait.
Kami memastikan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat memiliki kualitas dan berat yang sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyampaikan perkembangan pengadaan gabah dan beras Bulog di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Hingga Juli 2026, atau selama tujuh bulan, pengadaan gabah dan beras Bulog di dua provinsi tersebut meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Bulog menargetkan hingga Desember 2026, pengadaan tersebut dapat terus ditingkatkan hingga mencapai 20 kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Rudy menyebut peningkatan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, jajaran pertanian, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta Babinsa.
Ini merupakan hasil kerja bersama antara Bulog, pemerintah daerah, jajaran pertanian, TNI, Polri, PPL, dan Babinsa,” ujarnya.
Ia berharap sinergi tersebut terus dipertahankan sehingga Bulog dapat menjalankan perannya dalam menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan di Maluku dan Maluku Utara.
Wali Kota Ambon meminta seluruh pihak memaknai penyaluran bantuan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat memiliki dampak langsung terhadap kondisi sosial.
“Kalau masyarakat perutnya kenyang, tentu mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tetapi kalau masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, tentu akan menimbulkan berbagai persoalan sosial,” katanya
Karena itu, ia berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini benar-benar bermanfaat bagi Bapak dan Ibu sekalian,” harapnya.
Wali Kota Ambon juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan program bantuan pangan di Kota Ambon.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah untuk memastikan bantuan pangan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.”













