Ambon, Gardatimur.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena secara resmi membuka kegiatan Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon”, Senin (11/8/2026).
Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan bahwa sejarah panjang Kota Ambon yang kini memasuki usia ke-451 tahun harus menjadi semangat bagi seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.
“Dialog Kebangsaan Bacarita Kota Ambon bukan saja menjadi sesuatu yang membanggakan kita, tetapi mesti menjadi spirit bagi kita. Supaya apa? Supaya kita percaya bahwa kita punya kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ujar Bodewin.
Menurutnya, perjalanan 451 tahun Kota Ambon tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan para pahlawan, seperti Kapitan Pattimura, Martha Christina Tiahahu, serta para pejuang lainnya.
Pengorbanan para pahlawan Pattimura, kemudian Martha Christina dan lain-lain itu tidak boleh hilang begitu saja. Tetapi, itu mesti menjadi semangat bagi kita untuk hari ini terus berjuang menjaga kota ini,” katanya.
Bodewin mengatakan, usia 451 tahun dengan sejarah panjang yang dimiliki Kota Ambon patut menjadi kebanggaan seluruh masyarakat, tanpa melihat latar belakang maupun asal daerah.
“451 tahun diisi dengan sejarah panjang yang membuat kita hari ini bangga sebagai warga Kota Ambon, dari manapun kita berada. Supaya semangat itu memotivasi kita untuk menjaga kota ini dalam segala aspek,” lanjutnya.
Bodewin menegaskan bahwa kebanggaan terhadap sejarah tidak boleh membuat masyarakat terlena. Menurutnya, generasi saat ini harus mampu melanjutkan perjuangan dengan memberikan kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.
Apakah sejarah saja cukup? Tidak. Kita tidak bisa terlena dengan sejarah masa lalu. Maluku salah satu dari delapan provinsi pertama yang ada sejak negara ini terbentuk, tapi itu tidak membuat kita berhenti berusaha untuk menjadi yang terbaik hari ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu para pejuang mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan saat ini dilakukan melalui karya dan pengabdian.
“Tugas kita adalah dengan eksistensi kita masing-masing. Lakukan yang terbaik. Sebagai pemerintah, kerja yang benar. Sebagai masyarakat, mari orang baku bantu untuk membuat kota ini semakin baik,” ujarnya.
Bodewin mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk menjadi bagian dari sejarah dengan memberikan kontribusi positif bagi daerah.
Jadi, sejarah yang baik memotivasi kita untuk menjadi pelaku-pelaku sejarah di hari ini. Saya selalu bilang: jadilah pelaku sejarah yang baik, jangan menjadi beban dalam sejarah,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman dan keharmonisan kehidupan masyarakat Kota Ambon.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya memastikan keberagaman dan kehidupan bersama di Kota Ambon tetap terjaga dengan baik. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadi pihak yang justru merusak persatuan dan kedamaian.
“Kalau hari ini pemerintah berupaya menjaga keberagaman, memastikan kehidupan bersama ini terjaga dengan baik, bagi kita, orang yang bikin kacau, orang yang bikin rusak, itu dia beban bagi sejarah kota ini. Bukan menjadi pelaku sejarah yang baik,” katanya.
Bodewin juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan, termasuk isu rasisme yang beredar di media sosial.
Ia menekankan bahwa rasa cinta terhadap Kota Ambon dan Maluku harus jauh lebih kuat dibandingkan provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kenapa pusing dengan dua orang? Satu orang saja bisa menggugah rasa kecintaan kamu terhadap Ambon dan Maluku. Jangan sampai ada yang bilang kita bukan bagian dari Indonesia. Rasa kebangsaan,” tuturnya.
Melalui Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon”, Bodewin berharap semangat sejarah dan kebangsaan dapat terus dirawat serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, bekerja dengan baik, dan saling membantu merupakan bentuk perjuangan generasi masa kini dalam melanjutkan sejarah Kota Ambon sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.













