Ambon, Gardatimur.com – Wali Kota Ambon mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan aktif menyukseskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon melalui gerakan penghijauan dengan menanam tanaman gadihu serta mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi bersama yang menjadi awal pelaksanaan berbagai kegiatan menyongsong HUT ke-451 Kota Ambon.
Menurut Wali Kota, gerakan penanaman gadihu merupakan implementasi dari gerakan tambahan yang telah diluncurkan Pemerintah Kota Ambon sebagai dukungan terhadap program penghijauan pemerintah pusat.
“Gadihu dipilih karena merupakan tanaman yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ambon. Selain mudah tumbuh dan tahan terhadap kondisi cuaca, tanaman ini juga memiliki nilai budaya dan identitas lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak dahulu gadihu dimanfaatkan masyarakat sebagai pagar rumah maupun penanda batas tanah. Namun, dalam program penghijauan ini, gadihu dimaknai sebagai simbol kepedulian bersama untuk mewujudkan Kota Ambon yang hijau, asri, dan indah.
Wali Kota juga meminta setiap ASN membawa satu bibit gadihu untuk ditanam di lokasi yang telah ditentukan. Ia berharap tanaman tersebut dirawat dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi keindahan kota.
“Menanam itu mudah, tetapi merawatnya jauh lebih sulit. Karena itu saya minta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan memastikan seluruh tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik,” tegasnya.
Selain penghijauan, Wali Kota turut menyoroti pentingnya percepatan aktivasi IKD sebagai bagian dari program digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan dan penyaluran bantuan sosial.
Saat ini, capaian aktivasi IKD di Kota Ambon baru mencapai sekitar 28 persen. Karena itu, ia meminta seluruh ASN segera melakukan perekaman IKD agar menjadi contoh bagi masyarakat.
ASN Kota Ambon wajib memiliki Identitas Kependudukan Digital. Kalau ASN saja belum memiliki IKD, bagaimana kita mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” katanya.
Ia menjelaskan, IKD memudahkan masyarakat mengakses berbagai dokumen kependudukan secara digital, seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga Kartu Identitas Anak, tanpa harus membawa dokumen fisik.
Menurutnya, data IKD juga mendukung pemerintah dalam menentukan kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil sebagai dasar penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Wali Kota menambahkan, Kota Ambon menjadi salah satu dari 43 kota di Indonesia yang menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan kabar membanggakan bahwa Kota Ambon berhasil masuk tiga besar nasional dalam penilaian Program Inklusi Keuangan.
Prestasi tersebut didukung oleh inovasi Program BETA, yaitu pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 25.000 pekerja rentan, seperti tukang ojek, nelayan, petani, buruh pasar, penyapu jalan, dan kelompok pekerja informal lainnya.
Melalui program tersebut, para pekerja memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia, termasuk santunan bagi ahli waris dan bantuan beasiswa bagi anak.
Di akhir arahannya, Wali Kota mengusulkan pembentukan unit khusus pengelolaan pertamanan agar penataan ruang terbuka hijau di Kota Ambon dapat dilakukan secara lebih fokus dan berkelanjutan.
Ia berharap seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon terus bekerja dengan semangat, menjaga kebersihan, keindahan, serta mendukung seluruh program pembangunan demi mewujudkan Ambon yang semakin hijau, tertata, dan sejahtera.”













