Ambon, Gardatimur.com – Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, secara resmi membuka Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Perempuan Maluku yang digelar melalui kolaborasi Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Maluku, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perempuan di Maluku.
Atas nama Pemerintah Kota Ambon, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Maluku, dan Kementerian UMKM RI atas kolaborasi dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.
Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif menghadirkan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi pengembangan UMKM di Maluku,” ujarnya.
Menurut Toisutta, tema “Penguatan Kolaborasi Riset, Pendidikan, dan Pemberdayaan UMKM untuk Mendukung Pembangunan Wilayah Kepulauan” sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah saat ini.
Sebagai wilayah kepulauan, kata dia, Maluku memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Terlebih lagi, banyak UMKM di Maluku dikelola oleh perempuan yang tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian keluarga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas UMKM perempuan melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan jejaring usaha merupakan langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, menyambut baik setiap program yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, inovasi, serta daya saing usaha.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui penelitian kolaboratif, observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), serta pendampingan kepada pelaku usaha, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan inovasi yang mampu mendukung pengembangan UMKM secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui penelitian kolaboratif, observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), serta pendampingan kepada pelaku usaha, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan inovasi yang mampu mendukung pengembangan UMKM secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi terus berlanjut dalam bentuk riset, pendampingan, digitalisasi usaha, pengembangan produk unggulan daerah, hingga perluasan akses pasar bagi UMKM Maluku.
Kepada seluruh peserta, khususnya para pelaku UMKM perempuan, Wali Kota mengajak agar memanfaatkan pelatihan tersebut sebaik-baiknya sebagai sarana belajar, berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan meningkatkan kualitas usaha.
“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri, membangun jejaring, serta memperkuat daya saing usaha agar mampu berkembang di tengah persaingan yang semakin kompetitif,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Toisutta secara resmi membuka Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Perempuan Maluku.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan memohon bimbingan Tuhan Yang Maha Kuasa, Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Perempuan Maluku secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.













